gdgfsdgsdfgsd
gdgfsdgsdfgsd

Pengertian Majas | Jenis Jenis Majas

Pengertian Majas – Majas adalah sebuah unsur dalam puisi atau bacaan lain yang tidak dapat terelakan. Sering sekali dalam pelajaran Bahasa Indonesia membahas mengenai majas dari SD hingga SMA. Sederhananya, majas adalah bahasa indah yang difungsikan untuk mempercantik susunan puisi dengan tujuan akhir mendapatkan kesan imajinatif bagi para pendengarnya. Pada intinya, majas bisa diartikan sebagai gaya bahasa.

Penggunaan majas dengan baik bisa menjadikan  puisi yang dibaca terkesan lebih menarik sehingga para pembaca puisi juga harus ahli dalam berbahasa agar tidak terbelit-belit dan hal lain yang dapat mengacaukan keindahan puisi tersebut. Gaya bahasa yang menarik tentu akan lebih membuat ketertarikan tersendiri bagi para pembaca dan pendengar puisi untuk lebih memfokuskan pada isi puisi tersebut.

Setelah membahas mengenai apa itu pengertian majas, mungkin sekarang yang jadi pertanyaan adalah mengenai jenis jenis majas. Ada banyak sekali jenis majas yang dikaterogikan menjadi 4 kelompok dimana keempat kelompok majas tersebut memiliki banyak sekali jenis majas didalamnya yang mempunyai  karateristik yang berbeda sehingga jangan sampai salah untuk membedakannya. Dan berikut macam-macam majas yang dimaksud tersebut :

Jenis jenis majas

A. Majas Perbandingan

Majas ini ditujukan untuk menunjukan sebuah perumpamaan, perbandingan, atau persamaan dalam bentuk gaya bahasa yang berbeda guna menciptakan sebuah kesan menarik untuk para pendengar atau pembaca. Majas perbandingan dibagi menjadi 8 macam yang berbeda. Diantaranya adalah :

1. Majas Asosiasi – Majas yang membandingkan dua hal dengan makna yang berbeda tapi disengajakan agar seolah-olah terlihat sama.
2. Majas Metafora – Majas yang menggunakan gaya bahasa ungkapan untuk memberikan ungkapan secara langsung dengan bentuk analogis.
3. Majas Alegori – Majas yang menggunakan sistem gambaran untuk menyatakan sesuatu hal dengan ciri berbentuk cerita penuh simbol bermuatan moral.
4. Majas Personifikasi – Majas yang mengumpamakan benda mati seolah-oleh menjadi hidup layaknya manusia. Majas ini sangat umum digunakan para pencipta puisi karena sangat mudah pengunaannya.
5. Majas Simbolik – Majas yang sengaja mempergunakan sebuah objek dengan gambaran simbol, lambang untuk menggantikan kata yang dimaksud.
6. Majas Metonimia – Majas yang menggunakan ciri sebuah benda dengan tujuan menggantikan benda. Ciri tersebut bisa merek, ciri khas, atau hal lain yang menyangkut benda tersebut.
7. Majas Sinekdok – Sebuah majas yang hanya melampirkan beberapa bagian untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau keseluruhan untuk sebagian.
8. Majas Simile – Mengungkapkan dengan perbandingan eksplisit yang ditulis menggunakan kata depan dan penghubung. Hampir serupa dengan majas perumpaan tapi memiliki sedikit perbedaan.

B. Majas Pertentangan

Majas pertentangan adalah majas yang menggunakan gaya bahasa berkias yang menunjukan sebuah pertentangan suatu kata dalam kalimat. Majas pertentangan menawarkan 4 macam majas yang diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Majas Antitesis – Sebuah majas yang menggunakan pasangan kata dengan makna berbeda dalam satu kalimat.
2. Majas Paradoks – Majas yang menyatakan dua situasi dengan kesan bertentangan tetapi pada kenyataannya keduanya benar.
3. Majas Hiperbola – Majas yang secara sengaja melebih-lebihkan objek melampaui kemampuan dan kenyataan sebenarnya.
4. Majas Litotes – Majas yang menyatakan sesuatu hal dengan cara merendahkan dari kenyataan sebenarnya. Bisa dibilang ini adalah kebalikan dari majas hiperbola.

C. Majas Penegasan

Majas yang menggunakan gaya bahasa mengandung kiasan kata dengan tujuan untuk memberikan sebuah penegasan. Hal ini memang dilakukan untuk mempernarik kesan dalam puisi tersebut agar terlihat tegas. Majas ini memiliki 7 macam diantaranya sebagai berikut :

1. Majas Pleonasme – Majas yang menggunakan kata yang sudah dimaklumi sebagai sarana penegasan. Sehingga, kalimat sudah dapat dipahami walaupun tidak menggunakan kata-kata tersebut.
2. Majas Repetisi – Majas yang menggunakan pengulangan kata sebagai bentuk penegasan. Biasanya, kita dapat menemui majas ini tidak hanya dalam puisi tetapi juga salam pidato bertema motivasi.
3. Majas Paralelisme – Majas yang bertujuan untuk mendapatkan makna kata dengan cara mengulang-ulang kata tersebut.
4. Majas Tautologi – Sebuah majas yang menggunakan pengulangan kata bersinonim sebagai bentuk penegasan.
5. Majas Klimaks – Majas yang menyatakan sesuatu secara urut dan bertingkat dari rendah ke yang tertinggi.
6. Majas Antiklimaks – Majas yang menyatakan sesuatu secara urut dan menurun dari tinggi ke yang terendah.
7. Majas Retorik – Sebuah majas penegasan yang berbentuk kalimat tanya tetapi tidak memerlukan sebuah jawaban.

D. Majas Sindiran

Majas sindiran adalah majas yang mempergunakan gaya bahasa dengan bentuk sindiran kepada sebuah objek, subjek atau hal lainnya. Majas sindiran memiliki 3 macam majas sebagai berikut :

1. Majas Ironi – Majas yang menyatakan hal bertentangan tetapi ditujukan untuk menyindir seseorang. Sehingga bisa dikategorikan pula dalam jenis majas pertentangan
2. Majas Sinisme – Majas yang ditujukan untuk menyindir tetapi diungkapkan secara tak langsung menggunakan kata-kata positif.
3. Majas Sarkasme – Majas yang ditujukan menyindir seseorang secara kasar dan dapat membuat luka hati yang mendalam untuk yang disindir.

Sebagai kalimat penutup dari artikel Pengertian Majas | Jenis Jenis Majas ini saya hanya ingin menyampaikan terimakasih karena sudah berkunjung di blog Sejuta Mimpi, harapan saya semoga apa apa yang saya tulis di artikel ini membawa manfaat bagi sobat pembaca.

WARNING...!!!

Mohon untuk tidak mengcopy artikel ini untuk keperluan blog tanpa mencantumkan
LINK SUMBER

0 komentar:

Poskan Komentar

Sorry om,,, Cuman koment RELEVAN en kaga' ada link aktifnya yang ane publis...