gdgfsdgsdfgsd
gdgfsdgsdfgsd

Contoh Proposal Penelitian Kuantitatif Yang Baik dan Benar

Contoh Proposal - Umumnya, contoh proposal ini biasanya di buat oleh mahasiswa saat akan memasuki semester akhir, peroposal ini di buat guna menyelesaikan tugas tugas akhir sebagai seorang mahasiswa. Namun terkadang ada juga contoh proposal yang di buat oleh mereka yang masih duduk di bangku SMA atau sederajat, semisal mereka yang mengambil sekolah kejuruan.

Contoh proposal yang paling banyak di buat oleh mereka yang sedang melakukan praktek penelitian tentunya adalah contoh proposal penelitian, pembahasan pembahasan yang di tulis tentu saja sudah berdasarkan pengalaman di lapangan.

Bicara soal contoh proposal penelitian, mungkin ada beberapa dari sobat yang ingin membuat contoh proposal bisa langsung meniru contoh proposal penelitian kuantitatif berikut ini

Contoh Proposal Penelitian Kuantitatif

SMP NEGERI 1 BINJAI

JL. SULTAN HASANUDDIN NO. 28

BINJAI KOTA


LEMBAR PENGESAHAN


Judul    : MENGUJI TINGKAT PENCEMARAN AIR SUNGAI MENCIRIM DENGAN CARA SEDERHANA


Penulis     :
1. Yusuf Dian Putra
2. Rafif Hidayat
3. Affan Arif

BINJAI, 20 AGUSTUS 2014


    DISAHKAN OLEH

KA. SMP NEGERI BINJAI         GURU PEMBIMBING



    HANAFIAH I, S. Pd, MM              JOYO MARTONO, S. Pd
        NIP. 19580412 198202 1 014        NIP. 19741214 200502 1 002

KATA PENGANTAR


Rasa syukur yang dalam kami sampaikan kehadirat ALLAH SWT, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya karya tulis ilmiah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam karya tulis ilmiah ini kami membahas “MENGUJI TINGKAT PENCEMARAN AIR SUNGAI MENCIRIM DENGAN CARA SEDERHANA.”
  
Karya ilmiah ini dibuat dalam rangka mengikuti Lomba Penelitian Remaja (LPIR) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2014. Kami sangat menyadari bahwa karya tulis ilmiah ini masih jauh dari sempurna. Meskipun kami telah berusaha melakukan yang terbaik dalam penulisan karya ilmiah ini, karenanya kritik dan saran sangat kami harapkan demi kesempurnaan karya tulis ilmiah ini.


Dalam proses penulisan karya ilmiah ini kami banyak menerima bantuan dari berbagai pihak:


_ Kepada orang tua yang telah mendo’akan dan selalu mendukung kami dalam kegiatan yang sedang kami lakukan.
_ Kepada Bapak Kepala SMP Negeri 1 Binjai, Bapak Hanafiah I, S. Pd, MM yang telah mendo’akan dan mendukung kami dalam lomba penulisan karya ilmiah ini.
_ Kepada guru pembimbing kami, Bapak Joyo Martono, S. Pd yang telah membimbing kami dari  awal sampai selesainya karya tulis ilmiah ini.
_ Kepada guru-guru yang mendo’akan dan mendukung kami dalam lomba ini.
_ Kepada teman-teman yang juga mendukung kami dalam lomba ini.
Hanya ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan semoga Allah membalas semua kebaikan yang telah mereka lakukan dan karya tulis ilmiah ini dapat memenuhi kreteria penjurian.
Semoga karya tulis ini bermanfaat bagi para pembaca.

Binjai, 20 Agustus 2014

Penulis 1                                      Penulis 2                               Penulis 3


Yusuf Dian Putra                       Rafif Hidayat                        Affan Arif

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………………….……....     iii
DAFTAR ISI ………………………………………...………….…………...     v
ABSTRAK …………………………………………….....…………………...    vi

BAB 1 PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang ……………………..........…………………………..    1
B.    Rumusan Masalah ………………........…………………………….    3
C.    Tujuan Penulisan …………………........…………………………...    3
D.    Manfaat Penulisan ………………….......………………………….     3
E.    Metode Penelitian …………………….........……………………….    4
F.    Tempat & Waktu Penelitian ……….....…………………………..    6

BAB 2 KAJIAN TEORETIS

A.    Sejarah Singkat Sungai Mencirim ……..………..……………...    7
B.    Posisi Sungai Mencirim ………..…………......…………………...    8

BAB 3 PEMBAHASAN

A.    Analisa Data ………………………………….............………………..    9
B.    Kesimpulan ………………………………….............…………………    9
C.    Saran …………………………………………...............………………..    9

DAFTAR PUSTAKA …………………………………...…………………..     10

DAFTAR LAMPIRAN ………………………………....…………………...    11


ABSTRAK


Sungai sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari aktifitas sehari-hari terutama bagi masyarakat di sekitar sungai. Khusus untuk Sungai Mencirim berdasarkan sejarah Sungai ini telah ada sekitar 1909 dan sungai ini adalah sungai yang menyatukan antara afdeeling Serdang dan Binjai afdeeling Langkat. Karena banyaknya masyarakat yang tinggal di bantaran sungai maka kami tertarik untuk meneliti tingkat pencemaran Sungai Mencirim. Adapun teknik penelitian yang digunakan adalah dengan menguji kandungan kimia air sungai tersebut dan menguji airnya secara biologis. Dan diperoleh ternyata Sungai Mencirim telah mengalami pencemaran kandungan logam berat dan mikroorganisme, tetapi masih dalam batasan toleransi. Oleh karena itu masyarakat yang tinggal di bantaran sungai harus menjaga kelestarian sungai tersebut sehingga dapat digunakan selamanya.

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Sungai merupakan sumber air yang sangat penting untuk menunjang kehidupan manusia. Sungai juga menjadi jalan air alami untuk dapat mengalir dari mata air melewati berbagai alur sungai menuju samudera, danau, laut atau ke sungai yang lain secara dinamis. Kedinamisan aliran sungai sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca, karakteristik aliran sungai dan pola hidup masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar tepian sungai. Kondisi ini menyebabkan kualitas dan kuantitas sungai sangat dipengaruhi oleh perubahan-perubahan iklim sesuai dengan perkembangan lingkungan yang terjadi dan pola hidup masyarakat sekitar sungai. Faktor-faktor tesebut memunculkan saling keterkaitan interaksi satu dan yang lainnya. Bila interaksi beberapa komponen tersebut mengalami gangguan maka akan terjadi perubahan kondisi yang menyebabkan ekosistem menjadi tidak seimbang bertambahnya jumlah penduduk, kurangnya daerah serapan air dan makin bertambahnya pemukiman disekitar aliran sungai, menyebabkan kondisi sungai mengalami banyak penurunan dalam hal kualitas mutu air. Penurunan kualitas mutu air sungai juga diakibatkan oleh pola aktivitas masyarakat sekitar aliran sungai.

Kerusakan dan pencemaran air di antaranya terjadi akibat dari penggunaan lahan serapan air yang dijadikan tempat tinggal sampai pada pembuangan sisa aktivitas rumah tangga dan limbah sisa hasil industri ke sekitar atau ke dalam aliran sungai. Akibat dari buangan sisa hasil aktivitas manusia ke sekitar atau kedalam aliran sungai menyebabkan terganggunya ekosistem aliran sungai tersebut. Mulai dari tidak terpenuhinya kualitas air berstandar 3B (tidak berwarna, berbau dan tidak beracun), berkurangnya jumlah ikan dan satwa air, timbulnya lingkungan kumuh sampai pada munculnya masalah kesehatan dan lainnya.


Sungai Mencirim merupakan salah satu sungai yang sangat popular di Kota Binjai. Sungai ini memiliki memiliki banyak manfaat, dan salah satunya adalah untuk menunjang pemenuhan kebutuhan pasokan air di Kota Binjai dan juga kebutuhan air untuk daerah sekitarnya. Bukan itu saja, banyak aktivitas manusia yang bergantung dari pemanfaatan aliran Sungai Mencirim. Sungai Mencirim ini juga tak lepas dari berbagai permasalahan yang terjadi. Mulai dari pemanfaatan daerah aliran sungai yang menurut UU No. 35 1991 tentang sungai, sebenarnya dilarang untuk dijadikan sebagai daerah hunian, sampai pada pencemaran akibat limbah hasil aktivitas manusia yang pada akhirnya menyebabkan banjir dan berbagai permasalahan saat musim hujan dan kemarau tiba. Makin bertambahnya jumlah penduduk yang bermukim di tepian sungai, menjadi salah satu faktor makin banyaknya limbah hasil aktivitas manusia di Sungai Mencirim.

Kerusakan lingkungan yang terjadi di samping mengakibatkan daerah  tersebut rawan banjir, juga menyebabkan terganggunya kualitas dan kuantitas air sungai. Banjir biasanya disebabkan oleh curah hujan yang turun secara terus menerus dan dalam waktu yang lama. Saat ini, banjir tidak hanya menyebabkan Sungai Mencirim meluap, tapi juga menyebabkan rusaknya ekosistem, munculnya berbagai penyakit, hingga timbulnya berbagai bencana yang diakibatkan oleh banjir. Hal ini tentu saja jika dibiarkan terus terjadi akan sangat merugikan, bukan hanya bagi masyarakat sekitar aliran Sungai Mencirim dan pemerintah saja, tetapi juga masyarakat luas. Kurangnya tanggung jawab dan kecintaan terhadap Sungai Mencirim, membuat masyarakat sekitar seakan tidak memiliki rasa untuk melestarikan dan menjaga sungai dari berbagai limbah hasil aktivitas manusia. Perubahan aktivitas dan lapangan kerja menjadikan masyarakat tidak lagi memandang sungai sebagai sesuatu yang penting dan harus dijaga. Sungai dibiarkan kotor dan terus tercemar. Untuk menekan dampak negatif kerusakan sungai, pemerintah perlu lebih memberikan pengetahuan kepada warga mengenai sosialisasi UU No. 35 Tahun 1991 tentang sungai dan UU No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (UU SDA) yang diharapkan dapat mengurai permasalahan tentang kondisi Sungai Mencirim saat ini.

B.     Rumusan Masalah
Apakah air Sungai Mencirim Tercemar?

C.     Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui tingkat pencemaran air Sungai Mencirim.

D.    Manfaat Penulisan
Manfaat Bagi Penduduk yang Berada di Bantaran Sungai
Sebagai informasi bagi masyarakat sekitar Sungai Mencirim agar bisa menjaga kelestarian sungai tersebut sehingga sungai tersebut bisa dimanfaatkan sampai selamanya.

Manfaat Bagi Pemerintah
Sebagai informasi bagi pemerintah agar membuat peraturan sehingga kelestarian Sungai Mencirim lebih terjaga.

E.    Metode Penelitian
Menguji Kandungan Kimia Dalam Air
1. Satu gelas air yang akan diperiksa dicampurkan dengan dua gelas air teh.
2. Selanjutnya didiamkan dalam keadaan terbuka hingga satu malam.
3. Periksalah apakah ada perubahan warna, lendir dan lapisan seperti minyak di permukaan.

Semakin cepat perubahan yang terjadi pada air teh menunjukkan semakin tinggi kandungan kimiawi air tersebut. Bila perubahannya lambat atau baru berubah setelah pengamatan satu malam, kandungan kimiawinya lebih sedikit, namun tetap air itu kurang baik dikonsumsi. Dapat digunakan untuk keperluan lain, kecuali untuk dikonsumsi. Air yang mengandung tingkat kesadahan dan kandungan logam tinggi dapat terlihat bila air teh berubah menjadi hitam, ungu atau biru. Bila air tetap berwarna seperti air teh, maka secara kimia kualitas air itu baik.


Menguji Sederhana Air Secara Biologis
1.    Air yang diuji dimasukkan ke dalam gelas kemudian ditutup.
2.   Air tersebut dibiarkan sampai lima hari
3.   Setelah lima hari air diperiksa. Apabila terdapat perubahan warna atau gumpalan warna (putih, hitam atau hijau), maka air tersebut kurang baik secara biologis (mengandung mikroorganisme atau bakteri berbahaya).
    Air yang baik akan tetap jernih meskipun disimpan selama 5 hari. Semakin cepat terjadinya perubahan warna atau gumpalan pada air yang diperiksa menunjukkan semakin tinggi kadar mikroorganisme yang dikandungnya.

F.    Tempat & Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Binjai, di Jalan Sultan Hasanuddin No.28 dan Sungai Mencirim, Binjai Kota. Sedangkan waktu dimulainya pelaksanaan penelitian ini yaitu pada tanggal 18 Agustus 2014 sampai 23 Agustus 2014.

BAB II
KAJIAN TEORETIS

A.    Sejarah Singkat Sungai Mencirim
Pada tahun 1884. Maskapai Arendsburg membuka perkebunan barunya di Afdeling Langkat Perkebunan itu. Onderneming Soengai Mentjirim (Sungai Mencirim). Sungai Mencirim adalah sungai yang menyatukan antara afdeeling Serdang dan Binjai afdeeling Langkat. Menurut catatan Kolonial 1909, onderneming ini mendapat konsesi tanah seluas 5.436 bidang 392 m2 dari 6.700 m2 lahan yang sudah digarap. Pada tahun 1909, jumlah kuli kontrak di perkebunan ini berjumlah 781 orang dan kuli tetap 41 orang. Hasil yang diperoleh pada tahun 1909 sebanyak 4.058 pikol tembakau. Sedangkan data colonial di tahun 1919 hasil yang diperoleh sebanyak 4.029 pikol dengan 829 orang kuli kontrak dan 98 orang kuli tetap.

B.    Posisi Sungai Mencirim
Sungai Mencirim terbagi secara terpisah. Sungai Mencirim sebelah Mencirim memiliki panjang 6,31 km. Mencirim adalah sebuah kelurahan di dalam kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai.

Sedangkan Sungai Mencirim sebelah Pahlawan memiliki panjang 3,12 km. Pahlawan adalah kelurahan di kecamatan Binjai, Kota Binjai.

BAB III
PEMBAHASAN

A.    Analisa Data
_ Analisa Data 1
Setelah menguji kandungan kimia dalam air dengan mencampurkan 1 gelas air dan 2 gelas air teh dan dibiarkan selama semalam dan ternyata di dapat hasil air teh berwarna kehitaman. Hal ini membuktikan bahwa Sungai Mencirim tercemar logam berat namun masih dalam toleransi yang masih diperbolehkan.

_ Analisa Data 2
Setelah dilakukan pengujian air secara biologis dengan membiarkan air selama 5 x 24 jam, didapat endapan berwarna putih. Hal ini membuktikan bahwa air tersebut mengandung mikroorganisme, namun masih dalam tahap tidak mengkhawatirkan.

B.     Kesimpulan  
Dari penelitian yang kami lakukan maka disimpulkan bahwa Air Sungai  Mencirim tercemar, tetapi masih dalam batas  toleransi yang dibenarkan dan tidak membahayakan.

C.     Saran
1.     Bagi masyarakat yang tinggal dibantaran singai agar tidak membuang sampah rumah tangga kedalam sungai.
2.    Bagi pemerintah agar membuat peraturan agar kelestarian sungai dapat terjaga selama-lamanya .

DAFTAR PUSTAKA

http://filterpenyaringair.com/cara-sederhana-menguji-kualitas-air/

http://tembakaudeli.blogspot.com/2013/04/1884-tabaksonderneming-soengai.html

http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/530/jbptunikompp-gdl-adityarahm-26456-1-unikom_a-i.pdf

http://id.wikipedia.org/wiki/Pahlawan,_Binjai_Utara,_Binjai

http://id.wikipedia.org/wiki/Mencirim,_Binjai_Timur,_Binjai

DAFTAR LAMPIRAN

Gambar Pengambilan Air Sungai Mencirim

Gambar Pemukiman Warga Sekitar Sungai Mencirim

Gambar Sampah Sekitar Sungai Mencirim

Aktivitas Berjualan di Sekitar Sungai Mencirim


Semoga contoh proposal penelitian kuantitatif di atas bermanfaat bagi sobat yang membutuhkan. Terimakasih sudah berkunjung di blog contohdaftarfacebookbuatemail.com

WARNING...!!!

Mohon untuk tidak mengcopy artikel ini untuk keperluan blog tanpa mencantumkan
LINK SUMBER

0 komentar:

Poskan Komentar

Sorry om,,, Cuman koment RELEVAN en kaga' ada link aktifnya yang ane publis...